Surabaya – Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur bersama AMAN Indonesia menggelar aksi Peace Walk di kawasan Siwalankerto, Surabaya, Minggu (15/3/26). Aksi jalan damai ini menjadi bagian dari kampanye perdamaian sekaligus edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender di ruang publik.
Kegiatan yang melibatkan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), aktivis perdamaian, serta masyarakat sekitar tersebut juga digelar dalam rangka memperingati International Women’s Day. Momentum tahunan itu dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan perdamaian.
Peserta berjalan menyusuri kawasan Siwalankerto sambil membawa berbagai pesan kampanye bertema kesetaraan, anti kekerasan, serta pentingnya menciptakan ruang sosial yang aman bagi perempuan dan kelompok rentan. Aksi ini sekaligus menjadi upaya menyuarakan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap isu kekerasan berbasis gender.
Penanggung jawab kegiatan Isna Asaroh yang juga Ketua Bidang Advokasi, Hukum, Gerakan, dan Pemberdayaan Masyarakat KOPRI PKC PMII Jawa Timur mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi gerakan masyarakat sipil dalam menyebarkan nilai perdamaian.
“Ini merupakan kolaborasi antara KOPRI PKC PMII Jawa Timur dan AMAN Indonesia untuk menyuarakan pesan perdamaian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan berbasis gender,” ujarnya.
Menurut Isna, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga ruang sosial yang inklusif, aman, dan damai. Melalui gerakan Youth Peace and Security, nilai-nilai toleransi, solidaritas, serta penghormatan terhadap martabat manusia diharapkan dapat semakin mengakar di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Harapannya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan sosial seperti ini sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan setara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (RBU/Red).
